Jumat, 09 Desember 2016

Koordinir Pemuda BK, Bangun Tempat Wisata

Koordinir Pemuda BK, Bangun Tempat Wisata

Tak banyak pemuda yang punya kepedulian tinggi seperti Zulkarnain. Perhatian yang tinggi terhadap kesejahteraan rekan-rekannya sesama pemuda, membangkitkan semangatnya untuk berbuat lebih. Mulai menyalurkan mereka ke berbagai usaha atau industri, hingga membuat eco wisata Bontang Kuala (BK).

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

KALA itu, Zulkarnain baru saja selesai mengenyam pendidikan di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Penghobi fotografi ini memutuskan kembali ke Kota Taman karena tak ingin meninggalkan rekan-rekannya sesama pemuda. Selain pendidikan yang minim, banyaknya yang menganggur akibat penghasilan di laut yang naik turun membuat banyak waktu mereka dihabiskan dengan kumpul-kumpul saja. “Seharian waktu mereka bisa dihabiskan cuma buat ngopi sama nongkrong saja,” kata lulusan Ilmu Komunikasi angkatan 2006 ini.

Zulkarnain pun bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang ketenagakerjaan. Misinya, bagaimana rekan-rekannya bisa mendapatkan pekerjaan baik sebagai kontraktor ataupun pekerjaan lain. Meski begitu, masih ada yang serasa kurang dalam hati Zulkarnain. “BK ini kan punya potensi wisata yang besar. Kenapa tidak kita coba manfaatkan,” ujarnya.

Ceritanya pun dimulai saat ia bekerjasama dengan nelayan di BK untuk melaksanakan transplantasi karang di Pulau Segajah, 2011 silam. Dengan inisiatif nelayan setempat dan swadaya mengandalkan kayu ulin bekas, mereka mengikat karang di kayu tersebut, kemudian ditanam di dasar laut. “Pulau ini spot divingnya bagus. Sayang kalau terumbu karangnya rusak,” tambah Zulkarnain.

Tak ingin sendirian, ia mencoba untuk mengajak beberapa rekannya yang tergabung dalam karang taruna. Hingga tiga tahun lamanya, usaha transplantasinya mulai membuahkan hasil. Bahkan PT Badak LNG kepincut membantu usaha Zulkarnain. Perusahaan gas alam cair tersebut meminta Zulkarnain untuk menjadi mitra binaan mereka dalam pemberdayaan masyarakat. “Dari situ, kami dapat bantuan alat snorkeling pada 2014. Transplantasi terus dilanjutkan di Segajah, Karang Pasilah, dan Tobok Batang,” ungkapnya.

Bersama Karang Taruna BK yang dipimpinnya dan nelayan setempat, mereka membentuk organisasi Masyarakat Kreatif Pesisir (Maskapei). Mulai serius dengan menggarap wisata di BK, Zulkarnain dan rekan-rekannya pun membuka Tourism Information Center di tempat yang kini dikenal sebagai Eco Wisata BK. “Karena BK kan sering dikunjungi wisatawan. Dari sini bisa kami kasih informasi tentang tempat menarik di BK,” tambah Zulkarnain.

Melihat potensinya yang besar, ia pun mengkoordinir beberapa pemuda yang tergabung dalam karang taruna maupun pemuda sekitar BK untuk diajak membangun Wisata BK. Namun, bukan tanpa halangan rencana Zulkarnain ini. Masyarakat sekitar terlihat acuh, bahkan keluarganya sendiri pun pesimis dengan usaha putra dari H. Abd Haris dan Norasikin ini. “Sempat meragukan, memangnya apa bisa menghasilkan pendapatan dari usaha ini, tanya mereka waktu itu,” ujar Zulkarnain.

Pemuda BK pun sebagian ikut meragukan gagasan Zulkarnain. Meski begitu, ia tak gentar. Memang dasarnya pecinta alam sejak kuliah, ia mengusung konsep eco wisata. Zulkarnain pun mempresentasikan konsep tersebut ke PT Badak LNG. Gayung bersambut, perusahaan tersebut siap membantu usaha Zulkarnain. “Singkat cerita, 2016 dibangunlah wisata mangrove dan menyusuri Sungai Belanda ini dengan snorkeling ke Pulau Segajah. Pengelolanya dari karang taruna,” katanya.

Perlahan tapi pasti, masyarakat yang dulunya cuek terhadap Wisata BK ini, perlahan mendukung keberadaannya. Efek domino akibat hadirnya Wisata BK mulai muncul. Ekonomi warga sekitar mulai terangkat dengan berjualan makan atau minum di sekitar tempat wisata tersebut. Sekitar 18 anggota karang taruna pun terlibat dalam pengelolaan wisata ini.

Mereka yang dulu menganggur, kini punya pekerjaan baru. Menjadi tour guide para wisatawan. Ia juga mengakomodir seorang anggotanya yang tuna rungu untuk menjadi pembuat makan dan minum untuk tamu-tamu mereka. “Sekali tur, per guide bisa meraup hingga Rp 100 ribu. Sehari sedikitnya bisa dua kali tur,” tutur Zulkarnain.

Omsetnya pun lumayan. Dalam sebulan, Wisata BK mampu meraup hingga Rp 8 sampai Rp 10 juta. Pengunjungnya pun bukan lagi skala lokal. Wisatawan yang mengunjungi banyak berasal dari Surabaya, Jakarta, sekitar Kaltim, dan bahkan luar negeri. “Terakhir ada turis dari Mesir juga datang kesini,” ujar Zulkarnain.

Melalui Wisata BK ini, Zulkarnain berharap tetap dapat memberikan manfaat bagi pemuda dan masyarakat sekitar BK. Baginya, kampung di atas air seperti BK masih dapat dihitung di Indonesia. Peluang potensi wisata yang besar inilah yang kemudian ditangkap olehnya. “Kami berharap Wisata BK yang kami rintis bersama bisa memberikan multiplier effect kepada sekitar. Mulai aspek ekonomi, sosial, semua bisa terangkat berkat Wisata BK ini,” pungkas Zulkarnain. (bersambung)

Biodata Diri

Nama: Zulkarnain

TTL: Bontang, 23 Juli 1988

Alamat: Jalan Kapten Tendean Gg. Batu Sahasa

Orangtua: H. Abd Haris – Norasikin

Saudara: 1. Pahmi, 2. Mansursyah

Pendidikan: S1 Ilmu Komunikasi Unmul Samarinda

Organisasi:

1. Ketua Karang Taruna BK

2. Ketua Masyarakat Kreatif Pesisir (Maskapei)

Sumber : BontangPost

Previous
Next Post »