Minggu, 23 Oktober 2016

Menjadi Istri Itu Tentang Bagaimana Jadi Partner Terbaik Suami

Menjadi Istri Itu Tentang Bagaimana Jadi Partner Terbaik Suami

Pagi ini saya membuka lini masa Facebook dan membaca sebuah status yang dibuat oleh seorang teman. Salah satu kutipan statusnya berisi, "Menjadi istri itu tentang bagaimana menjadi partner terbaik suami." Teman saya yang satu ini usia pernikahannya belum sampai lima tahun. Tapi dari statusnya, saya yakin dia pun sedang berusaha menjalani perannya sebagai seorang istri dengan baik.

Menjadi istri jelas ada peran dan tanggung jawab yang dimiliki. Berproses untuk terus belajar dan memperbaiki diri pun tak pernah bisa berhenti. Setiap saat dan setiap waktu selalu ada hal baru yang harus dipahami.

Sebagai Istri, Ada Saatnya Jadi Dewasa Tapi Perlu Juga Sedikit Manja

Sebuah pernikahan pasti ada masalah dan konfliknya sendiri. Ada hari-hari yang penuh tawa. Tapi ada juga yang diisi dengan air mata. Sebagai istri, kadang kita perlu jadi dewasa. Bersikap lebih logis dan mengendalikan ego pribadi. Namun, ada kalanya juga perlu bersikap sedikit manja. Memberi kesempatan suami untuk bisa menjalankan perannya sebagai pengayom dan pembimbing kita.

Kadang Kita Perlu Menciptakan Ruang Privasi Masing-Masing

Pria pada umumnya jarang ada yang mau langsung curhat ketika ada masalah. Biasanya ia akan memilih untuk menyendiri beberapa saat untuk bisa menata perasaannya sendiri. Di sinilah, sebagai istri kita perlu mengerti. Ada saatnya kita perlu menciptakan ruang privasi masing-masing. Dengan begitu kita akan lebih menghargai arti kebersamaan dan bisa menikmati indahnya kerinduan.


“Let there be spaces in your togetherness, And let the winds of the heavens dance between you. Love one another but make not a bond of love: Let it be rather a moving sea between the shores of your souls.”

– Kahlil Gibran, The Prophet


Setiap Masalah adalah Ujian untuk Menjaga Kekuatan Cinta

Kamu dan suami memang bukan orang yang sempurna. Tapi bersama-sama dengan suami, kamu bisa saling mengutuhkan satu sama lain. Ada saatnya kita harus mengalah. Ada juga waktu kita harus memperlihatkan kekuatan kita. Setiap kali ada masalah, kamu dan suami bisa jadi "satu kepala" untuk menyelesaikannya bersama-sama.

“A great marriage is not when the ‘perfect couple’ comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”

– Dave Meurer


Berbagi Peran dengan Suami Itu Bukan Tanda Keegoisan Diri

Bersyukurlah kamu yang memiliki suami yang sangat pengertian, yang bisa memahami situasi dan tak segan untuk berbagi peran di saat yang dibutuhkan. Misal, karena kamu sibuk dengan urusan pekerjaan yang begitu berat, suami bisa memahami hal itu dan mengondisikan urusan rumah tangga bisa tetap diatur dengan baik. Di sini tak ada yang namanya egoisme tapi lebih kepada empati dengan tujuan untuk bisa bahagia bersama-sama.

Jadi, apakah kamu setuju kalau menjadi istri itu tentang bagaimana menjadi partner terbaik suami? Atau mungkin kamu punya pendapat lain, Ladies? Share your opinion with us :)

vemale.com

Previous
Next Post »